nama-nama
dari sini kucoret nama-nama yang akan dibenci anak-anak perempuan dan ditanggalkan anak-anak lelaki. orang tuaku tidak menikah, begitu mereka akan mengaku di lorong sekolah, mereka saling membenci sekaligus mencintai satu sama lain. anak-anak membenci M yang berpunggung menukik terlalu tajam, C yang lebarnya seperti hendak mencaplok huruf berikutnya. mereka ingin nama-nama yang baik. ya. tentu mereka ingin nama yang baik. mereka ingin ada yang bisa dipanggil ayah, ibu, atau ayah dan ayah atau ibu dan ibu. suatu saat nanti akan ada yang menanyakannya padaku. siapa yang membawa gitar dan siapa yang menyanyi? di mana kalian saling mengenal, apakah dahulu itu sebelum kauputuskan bahwa studimu sia-sia saja, atau jauh hari kemudian di sebuah toko rekaman? jika satu di antara kalian mati, akankah yang lain menodai tangannya dengan tanah dan debu? dari sini kucoret nama-nama yang buruk juga yang terlalu baik karena tidak semua yang tampak baik cukup untuk merawat harap. pasti ada yang terlewat, ada yang dibohongi. lalu kutemukan namamu meski kau bersikeras hari itu, di perjalanan panjang, bahwa kau tidak tertarik dalam artian yang sama denganku. suaramu parau, napasmu sedetik-sehempas, jemarimu terlalu kaku untuk memetik benang. siapa yang akan menyanyi, kalau begitu? yang membawa gitar? namamu tidak spesial. tidak buruk maupun terlalu baik. aku tak pernah tahu siapa yang menuliskannya di sana. bukan aku, tentunya, sampai situ aku berani menerka.
Comments
Post a Comment